Selamat Bergabung | Area Layanan: Kota/Kab. Bandung, Cimahi dan Bandung Barat
  • > Layanan 24 Jam Online

    0857-2005-7019
  • > Guru ke Rumah

    Aman dan Nyaman
  • > Jemput Pendaftaran

    Lebih Cepat dan Praktis
By - admin

4 Tips Jika Anak Membutuhkan Les Tambahan

Melihat kegiatan sekolah anak jaman sekarang, saya jadi merasa masa sekolah saya dulu lebih menyenangkan. Setelah jam sekolah saya masih punya waktu untuk bermain-main dengan teman, kemudian baru mengerjakan PR (pekerjaan rumah) di malam hari.

Sekarang ini, terlalu banyak PR dari sekolah dan les tambahan seolah jadi keharusan. Anak-anak juga disekolahkan lebih awal. Bahkan ada sekolah untuk bayi dari usia 6 bulan sampai 1 tahun!

Jaman sekarang memang beda dengan jaman saya kecil dulu. Beda tantangannya, beda juga kesempatannya. Kita tentu tidak ingin anak kita tertinggal dari yang lain.

Apa yang menjadi alasan anda untuk mengikutkan anak anda les tambahan?

1. Untuk mengejar ketinggalan

Well, setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anak yang punya minat tinggi pada matematika akan lebih cepat mengerti saat mempelajarinya. Sebaliknya mereka yang benci matematika akan menemui kesulitan menguasainya.

Apakah kedua-duanya perlu ikut les matematika? Tergantung. Anak yang pertama akan dengan senang hati mengikuti les. Sedangkan yang kedua mungkin akan ogah-ogahan. Kalo anak anda seperti yang pertama, beri pilihan padanya untuk ikut les matematika atau ikut les lainnya.

Kalo anak anda seperti yang kedua, beri dia pemahaman bahwa dia perlu pelajaran tambahan untuk memenuhi nilai standar. Pertama-tama diskusikan dulu standarnya, dan perlu diingat jangan menetapkan nilai standar terlalu tinggi. B minus untuk matematika saya pikir sudah cukup. Jangan memaksanya untuk dapat A kalo dia ngga suka. Mungkin dia lebih suka untuk Bahasa Inggris, dan bisa mendapat nilai A untuk itu.

2. Tambah bayar, Tambah pelajaran, Tambah belajar

Ya, ada pelajaran seni di sekolahnya. Tetapi jam pelajarannya tidak panjang. Sementara anak anda senang belajar main piano, atau mungkin melukis.

Mengikutkan anak anda les piano atau les melukis adalah pilihan tepat. Perlu diingat untuk jangan memaksa anak mengikuti les yang tidak dia sukai.

3. Untuk memberikan aktivitas yang sehat

Menghabiskan waktu berjam-jam setelah sekolah untuk nonton TV atau main game di komputer tidak baik untuk anak anda. Mengikutkan dia les renang atau sepakbola diharapkan bisa membantu dia menemukan hobi yang ‘positif’, dan lebih sehat.

Ingatkah anda kapan anda jatuh pertama kali saat bermain? Atau lutut tergores akibat jatuh saat bersepeda? Zaman dulu tidak ada Facebook, tapi kita punya banyak teman. Itu yang disebut “Di Luar Rumah”.

4. Untuk mengajari anak mengatur waktunya

Dengan bermacam kegiatan seperti sekolah, les tambahan, mengerjakan PR termasuk bermain bersama teman, lambat laun anak akan belajar mengatur waktunya.

Jangan memberikan jadwal yang terlalu padat sehingga ia tidak cukup istirahat. Jika anak kecapekan karena kebanyakan les tambahan, dia justru akan sulit berkonsentrasi mengikuti pelajaran di sekolah.

Ingatlah, anak anda tidak sedang bersaing dalam Olympiade Pendidikan. Silahkan ukur kemampuan anak anda, tetapi seimbangkan dengan penempatan yang sehat. Biarkan dia hidup dan berkembang sewajarnya sebagai anak. (Sumber: liveolive.com)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.
*
*